Nilai-Nilai Yang Terkandung Pada Silat Podang Di Desa Koto Simandolak Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau
Keywords:
Nila-nilai, Silat PodangAbstract
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu nilai-nilai yang terkandung pada silat podang di Desa Koto Simandolak Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Teori yang digunakan oleh peneliti dalam nilai-nilai yaitu UU Hamidy (2010:49) yang menjelaskan ada 5 nilai yaitu sebagai berikut: (1) nilai agama, (2) nilai adat istiadat, (3) nilai tradisi, (4) nilai sosial, (5) nilai pendidikan. Metode yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yaitu peneliti melakukan dengan cara mengumpulkan data yang akurat dari narasumber mengenai nilai-nilai yang terkandung pada silat podang untuk meningkatkan hasil penelitian dan mudah dalam menentukan perumusan masalah. Hasil penelitian ini adalah terdapat pada lima nilai-nilai yang terkandung pada silat podang, pertama, nilai agama yaitu pada Silat Podang ini diawali dengan sebelum dilakukannya Silat Podang, pesilat berdoa terlebih dahulu dengan tujuan agar dilancarkan dan diselamatkan saat melakukan Silat Podang. Kedua, nilai adat istiadat yaitu: pada Silat Podang ini terdapat gerakan kipe langau yang maknanya jika seseorang melakukan pekerjaan itu harus ke hal-hal yang baik dan dihindarkan dari yang kurang baik. Ketiga, nilai tradisi yaitu: pada Silat Podang ini dilihat dari gerakan Bolah Seminai yang maknanya bekerja sama antar golongan dibidang silat rantau kuantan, sama-sama menjaga tradisi sehingga jangan sampai hilang ditelan zaman. Keempat, nilai sosial yaitu: pada silat podang ini terdapat pada gerakan Rontak Duo Bolah yang maknanya dua belah pihak, suami istri harus saling mendukung dan saling menjaga keharmonisan dalam keluarga, sama-sama susah dan sama-sama senang yang artinya ringan sama dijinjing berat sama dipikul. Dan juga terdapat pada gerakan Juluak Jantuang yang maknanya kalau kita kurang mampu dalam menjalankan kehidupan kita, maka kita meminta bantuan ketetangga/masyarakat. Kelima, nilai pendidikan yaitu: pada gerakan Rantiang Pauah yang maknanya begitu susahnya mencari ilmu yang tercakup dalam kehidupan masyarakat, sampai dimanapun usaha kita dalam mencari ilmu, kita harus mendapatkan hasilnya diiringi dengan usaha dan doa.
