Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Tari Melayu Pada Siswa Kelas X SMAS YLPI Pekanbaru
Keywords:
Pendidikan Karakter, Pendidikan Tari, Tari MelayuAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter melalui pembelajaran Tari Melayu pada siswa kelas X SMAS YLPI Pekanbaru. Pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi krisis moral yang terjadi di kalangan pelajar, serta perlunya integrasi nilai-nilai karakter dalam kegiatan pembelajaran, salah satunya melalui seni tari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek terdiri dari satu guru seni budaya dan enam siswa yang aktif dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Tari Melayu mampu menanamkan 18 nilai karakter menurut Kemendiknas secara simultan, yaitu: religius (melalui gerakan "Alif Sembah" dan "Minta Tahto" yang mencerminkan sikap hormat dan kekhusyukan), jujur (bersikap terbuka saat latihan), toleransi (menerima perbedaan kemampuan), disiplin (datang tepat waktu dan patuh), kerja keras (berlatih gerakan sulit secara berulang), kreatif (melalui improvisasi gerak), mandiri (latihan sendiri di rumah), demokratis (pengambilan keputusan dalam formasi), rasa ingin tahu (mempelajari makna gerak), semangat kebangsaan dan cinta tanah air (melalui pemahaman budaya lokal), menghargai prestasi (apresiasi terhadap pencapaian teman), komunikatif (interaksi dan diskusi dalam kelompok), cinta damai (latihan tanpa konflik), gemar membaca (menelusuri sejarah tari), peduli lingkungan (menjaga ruang latihan), peduli sosial (membantu teman yang kesulitan), dan tanggung jawab (menyelesaikan tugas kelompok dengan serius)
